Rabu, 28 Desember 2016

PROPOSAL USAHA AGRIBISNIS PEMBUATAN TELUR ASIN



PROPOSAL USAHA AGRIBISNIS
PEMBUATAN TELUR ASIN


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Mencari pekerjaan dimasa sekarang ini merupakan hal yang cukup sulit. Banyak sekali calon pekerja yang berkeinginan untuk bekerja di instansi pemerintahan atau swasta,tetapi lapangan pekerjaan saat ini sangat terbatas, hal ini menyebabkan jumlah pengangguran semakin banyak. Dilihat dari segi ekonomi individual tentu saja masalah pengangguran itu sangat merugikan karena manusia mempunyai kebutuhan yang tidak terbatas. Oleh karena itu sebagai calon tenaga kerja, kita harus mampu berpikir kreatif dan inovatif yang mampu membaca peluang serta pandai memanfaatkan peluang tersebut sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan tidak terfokus hanya pada satu jenis pekerjaan saja. 
Wirausaha merupakan salah satu usaha untuk mengatasi meningkatnya jumlah pengangguran. Selain menguntungkan dari segi ekonomi, sebagaian besar kegiatan wirausaha juga sangat membantu usaha-usaha dalam memenuhi kebutuhan masyarakat banyak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu usaha yang mudah dikembangkan yaitu pembuatan telur asin  karena banyak orang yang mengkonsumsinya. Cara pembuatannya yang relatif mudah, peralatan yang digunakan cukup simpel dan hasil produksi tidak begitu mahal serta potensi usahanya yang sangat tinggi.

B. Tujuan
1.      Mengembangkan jiwa kewirausahaan.
2.      Menambah penghasilan / uang saku.
3.      Belajar Mandiri.

    C.    Manfaat
1.      Menambah wawasan berwirausaha.
2.      Menjadikan pribadi berjiwa wirausaha.
3.      Meningkatkan dan mengembangkan potensi diri.
BAB II
PEMBAHASAN

A.        Profil Usaha

Usaha pembuatan telur asin adalah salah satu jenis industri makanan yang umumnya berskala mikro dan kecil. Bahan baku utama yang akan dijadikan telur asin adalah telur itik, sedangkan jenis telur lainnya tidak lazim dilakukan karena kebiasaan dari masyarakat kita yang menganggap telur asin berasal dari telur itik. Teknologi yang diperlukan untuk memproduksi telur asin secara umum merupakan teknologi yang sederhana. Oleh karena itu perbedaan proses produksi dan kualitas produk telur asin ditentukan berdasarkan cara pengolahannya.

Pengasinan telur merupakan salah satu cara penambahan umur simpan telur. Telur asin merupakan salah satu sumber protein yang mudah didapat dan berharga relatif murah. Telur asin sebagai bahan makanan yang telah diawetkan mempunyai daya tahan terhadap kerusakan yang lebih tinggi dibandingkan telur mentah. Telur umumnya mengandung protein 13%, lemak 12%, mineral dan vitamin. Selain lebih awet telur asin juga digemari karena rasanya yang relatif lebih lezat dibandingkan telur tawar biasa. Konsumen terbesar produk telur asin adalah masyarakat menengah ke bawah, karena telur asin dapat dijadikan sumber protein hewani yang murah. Disamping untuk konsumen rumah tangga, konsumen lainnya yang sangat potensial adalah restoran, rumah makan, rumah sakit, asrama-asrama, perusahaan jasa boga dan sebagainya. Perkembangan industri telur asin akan mendorong perkembangan peternakan itik akan berdampak kepada peningkatan pendapatan para peternak itik yang umumnya merupakan masyarakat pedesaan. Industri telur asin juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap sumber protein mahal seperti daging.




B.         Proses Produksi

Adapun tahap-tahap pengolahan telur asin adalah sebagai berikut:
1)  Syarat telur itik yang baik untuk di buat menjadi telur asin.
Ø    Telur itik tidak cacat atau retak
Ø    Telur masih segar (1-4 hari)
Ø    Bentuk telur oval
Ø    Besar telur rata
Ø    Warna kulit hijau muda
Ø    Telur itik umbaran (bukan kletekan atau yang diternakkan dikandang)
2)  Bahan-bahan (untuk sekali proses produksi)
Ø  Telur itik 300 butir
Ø  Garam yodium 5 kg
Ø  Serbuk batu bata  (± 20 keping batu bata )
Ø  Air secukupnya
3)  Alat-alat yang diperlukan
Ø  Ember plastik 2 buah
Ø  Stempel+tinta untuk merek
4)  Proses Pembuatan
a.       Telur itik direndam di air selama 5 menit, kemudian digosok dengan sabut kelapa secara perlahan gunanya agar permukaan telur pori-porinya terbuka. Setelah itu cuci dengan air sampai bersih lalu ditiriskan.
b.        Bahan adonan (serbuk batu bata) dicampur dengan garam sesuai takaran yang telah ditentukan. Takaran ini bisa disesuaikan dengan selera si pembuat atau juga bisa sesuai denan pengalaman yang sudah pernah dilakukan sebelumnya.
c.       Kemudian tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk menjadi adonan yang kental agar dapat melekat pada kulit telur. Untuk mendapatkan tingkat kekentalan yang tepat, adonan dapat dicoba untuk ditempelkan pada kulit telur. Apabila adonan tersebut dapat melekat dengan baik dan mudah, bararti tingkat kekentalannya telah tepat. Dalam pembuatan setiap adonan, kadar air yang dibutuhkan disesuaikan dengan tingkat kekeringan media. Makin tinggi tingkat kekeringannya, maka makin banyak pula air yang diperlukan. Kebutuhan air dinyatakan cukup apabila adonan sudah dapat menempel pada kulit telur. Adonan yang mendapat air dalam jumlah yang kurang ataupun berlebihan, akan mengakibatkan adonan tidak dapat menempel pada kulit telur.
d.      Tempel-tempelkan adonan ke telur.
e.       Peram dalam wadah selama 10-15 hari (setelah 15 hari telur akan mengandung minyak). Semakin lama disimpan kadar garam dalam telur akan semakin tinggi sehingga telur akan semakin awet tetapi rasanya akan semakin asin. Usahakan agar telur tidak pecah, simpan di tempat yang bersih dan terbuka. Dengan cara pemeraman ini, sebagian kecil (5%-10%) dari garam akan terserap kedalam telur. Oleh karena itu, bila adonan pembalut akan dipergunakan lagi, maka perlu ditambahkan garam pada adonan tersebut sebanyak 5%-10% dari total berat garam semua.
f.        Setelah diras pemeraman cukup waktunya (+/- 10-15 hari ). Segera bongkar adonan pembalut pada telur. Agar tidak merusak telur pada saat pengbongkaran, adonan pembalut sebaiknya tambahkan sedikit air hingga adonan yang kering menjadi sedikit basah dan gembur. Dengan demikian, adonan dapat dibongkar dengan lebih mudah dan aman. Setelah itu, pisahkan telur yang baik dan telur yang kurang baik atau kulitnya retak atau memperlihatkan tanda-tanda kebusukan.
g.      Telur yang telah diperam selama 15 hari dicuci bersih dengan air sabun, kemudian ditiriskan sebentar, lalu di masak dalam panci dengan kadar air dalam panci secukupnya/ukuran telunjuk ke telur yang paling atas. Telur dalam panci direbus dengan api kecil dan jangan ditutup, jika airnya telah panas maka api sedikit demi sedikit dibesarkan hingga mendidih. Lama rebusan kurang lebih 45menit agar telur asin tahan hinnga 10 hari (tidak bau). Telur yang sudah masak kemudian ditiriskan kembali.
h.      Setelah semua proses berakhir, telur asin siap untuk dikonsumsi atau dijual kepada konsumen.

C.        Manajemen Pemasaran

1. Kebijakan produk (product)
Telur asin “CHAMPION” dibuat dengan cara alami namun bermutu tinggi, lebih tahan lama, dan rasa lebih nikmat. Pengendalian terhadap kualitas mutu dilakukan setiap melakukan kegiatan produksi yakni dengan memperhatikan bahan baku adonan sebelum proses produksi supaya mutunya lebih terjaga lagi.
2. Kebijakan harga (price)
 Kebijakan harga dari produk telur asin “CHAMPION” ini adalah sebesar Rp.3000    tiap butir. Hal ini sudah mempertimbangkan biaya produksi dan laba yang diinginkan.
3. Pemasaran
            Pemasaran produk ini akan dilakukan di warga kampus STPP Magelang, warung-warung makan, lapangan RINDAM DIPONEGORO IV, serta warga sekitar (Tegalrejo)
4. Promosi
            Promosi telur asin “CHAMPION” akan dilakukan dengan beberapa media, antara lain:
a.Kemasan/stempel
Stempel akan dibuat semenarik mungkin dan berisi kalimat iklan yang menarik sehingga dapat pula berfungsi sebagai media promosi.
c.Manusia
            Manusia merupakan media yang efektif untuk mengenalkan suatu produk. Dengan perantara orang baik melalui cerita ataupun ajakan, diharapkan konsumen akan lebih tertarik dan membeli telur asin “CHAMPION”






BAB III
ANALISIS USAHA

1.      Pengadaan bahan baku untuk sekali proses produksi
a.       Telur itik 300 butir
300 butir@ Rp 2500
Rp 750.000
b.      Garam yodium 5 kg
5 kg @ Rp 10.000
Rp 50.000
c.       Serbuk batu bata ± 20 keping bata
20 keping @ Rp 500
Rp 10.000
Jumlah
Rp 810.000

2.      Peralatan penunjang (sebagai modal awal)
a.       Ember plastik 2 buah
2 buah @ Rp 15.000
Rp 30.000
f.       Stempel untuk merek +tinta
1 buah @ Rp 30.000
Rp 30.000
Jumlah
Rp 60.000

Jumlah biaya produksi :
Rp. 870.000











BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dalam mengikuti Praktek Kewirausahaan ini kami senantiasa belajar menjadi seorang wirausaha yang baik sejak dini. Kami akan terus mencoba memperbaiki kualitas khususnya dalam kegiatan berwirausaha agar kami bisa mencapai target dari lembaga  maupun menggapai kehidupan di masa yang akan datang yaitu menjadi seorang wirausaha yang profesional dan sukses.
Menurut kami kegiatan Praktek Kewirausahaan ini dapat dikembangkan dan ditingkatkan untuk membentuk mental dan jiwa wirausaha kepada mahasiswa khususnya m. Kami sangat yakin bahwa kegiatan mahasiswa STPP Magelang Jurusan Penyuluhan Peternakan ini selain dapat mensukseskan program sekolah juga akan membantu para siswa untuk lebih berinovasi, aktif, dan kreatif dalam era global seperti sekarang dimana menuntut persaingan yang sangat ketat.







DAFTAR PUSTAKA
DuniaPertaniandanPeternakan.2016.Proposal Usaha Pembuatan Telur Asin.https://jangkirman.blogspot.co.id/2016/01/proposal-usaha-pembuatan-telur-asin.html


Sumber : Tugas Mata Kuliah Perencanaan Usaha Agribisnis
Dosen : Dra. Suharti.MP
Bulan November 2016

Rabu, 14 Desember 2016

Rencana Pendirian Kelompok Tani



RENCANA PENDIRIAN
KELOMPOK TANI SUMBER MAKMUR
 DI DESA NGADIROJO

                              I.            Pendahuluan

1.1.   Latar  Belakang
Kelompok tani sebagai wadah organisasi dan bekerja sama antar anggota mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat tani, sebab segala kegiatan dan permasalahan dalam berusaha tani dilaksanakan oleh kelompok secara bersamaan. Dengan adanya kelompok tani, para petani dapat bersama - sama memecahkan permasalaha antara lain berupa pemenuhan sarana produksi pertanian, teknis produksi dan pemasaran hasil. Kelompok tani sebagai wadah organisasi dan bekerja sama antar anggota mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat tani, sebab segala kegiatan dan permasalahan dalam berusaha tani dilaksanakan oleh kelompok secara bersamaan. Melihat potensi tersebut, maka kelompok tani perlu dibina dan diberdayakan lebih lanjut agar dapat berkembang secara optimal.
Pentingnya pembinaan petani dengan pendekatan kelompok tani merupakan salah satu syarat pelancar pembangunan pertanian adalah adanya kegiatan petani yang tergabung dalam kelompok tani. Mengembangkan kelompok tani berarti membangun keinginan, dan kepercayaan pada diri sendiri agar dapat terlibat secara aktif dalam pembangunan. Disamping itu agar mereka dapat bergerak secara metodis, berdayaguna, dan terorganisir. Suatu gerakan kelompok tani yang tidak terorganisir dan tidak mengikuti kerjasama menurut pola-pola yang maju, tidak akan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi petani.
Kelompok Tani  merupakan wadah berkumpulnya segenap petani yang memiliki lahan pertanian/perkebunan yang masih belum maksimal pengolahannnya, sehingga belum mencapai hasil produksi seperti yang diharapkan oleh pemerintah khususnya Dinas Pertanian/Perkebunan, dikarenakan ketiadaan dana. Berlatarbelakang hal tersebut, dengan didorong oleh kesadaran dan keinginan yang kuat, sekaligus sebagai upaya membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, menekan angka pengangguran khususnya di wilayah Desa Ngadirojo Kecamatan Secang dan sekitarnya.
 Maka pada hari ini Selasa tanggal Tiga Puluh Satu Januari tahun Dua Ribu Dua Belas.Para petani tersebut sepakat membentuk kelompok yang di berinama Kelompok “Tani Sumber Makmur” dengan semboyan dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat.

1.2.      Tujuan
·      Menggalang kekuatan dalam mencapai tujuan untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki serta mengurangi beban kemiskinan.
·      Menciptakan lapangan kerja.
·      Membantu petani dalam mengelola lahan di bidang perkebunan dan pertanian serta menyukseskan  program pemerintah dalam bidang pertanian dan perkebunan dalam rangka meningkatkan kehidupan bangsa Indonesia dan masyarakat pada umumnya.
·      Sebagai wadah berhimpun bagi masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani untuk melaksanakan koordinasi dan konsultasi serta komunikasi antar petani.
·      Mewujudkan cita-cita petani dalam memperoleh akses bantuan dan layanan di bidang pertanian dan perkebunan.
·      Memberikan pelatihan kepada petani mengenai cara budidaya tanaman yang tepat dan cara pengembangannya.
·      Mewujudkan tata kehidupan sosial, ekonomi petani dengan pendidikan bersifat terbuka, mandiri dan indefenden.

                           II.            Keadaan Umum Lokasi

Kabupaten Magelang merupakan daerah yang memiliki luas wilavah 1.085,73 km2 terbagi atas 21 Kecamatan  dan 367 Desa / 5 Kelurahan. Dengan luas wiLayah tersebut, Kabupaten Magelang merupakan daerah yang sangat berpotensi untuk pengembangan usaha pertanian, perkebunan, dan peternakan yang didukung dengan potensi wilayah  cukup luas serta belum dimanfaatkan secara optimal dan faktor sumber daya manusia yang ada merupakan perpaduan antara penduduk asli dan penduduk ekstransmigran yang terkenal ulet dan tekun bekerja keras.
Desa Ngadirojo adalah salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Secang Kabupaten Magelang yang terdiri dari 6 dusun. Secara umum penduduk desa ini bekerja di sektor pertanian terutama petani padi. Secara demografis penduduk Ngadirojo cukup religius terutama warga yang tinggal di Dusun Sempu. Daerah Desa Ngadirojo hingga saat ini masih memiiki lahan sawah dan lahan kering (tegalan) diberbagai agroekosistem yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk sistem pentanian dan perkebunan masih relative kurang dalam pemanfaatannya untuk tanaman pangan. Dengan luas tanah yang belum tergarap secara intensif yang dikarenakan beberapa faktor, yaitu salah satunya faktor tenaga kerja dan teknologi yang belum memadai dengan didirikannya kelompok tani berjumlah 25 orang ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan tersebut.

                       III.            Pelaksanaan

BERITA ACARA PEMBENTUKAN KELOMPOK  TANI
Pada hari ini Kamis Tanggal Dua Puluh Sembilan  Bulan September  Tahun Dua Ribu Enam Belas, kami warga masyarakat yang ada di Desa Ngadirojo Kecamatan Secang Kabupaten Magelang telah sepakat untuk membentuk Kelompok Tani (POKTAN) sebagai berikut:
Nama Kelompok               : Sumber Makmur
Jumlah Anggota                :  25
Alamat                               : Desa Ngadirojo Kecamatan Secang

SUSUNAN KEPENGURUSAN

A.    Ketua                           : Nur Ahmad
B.     Sekertaris                    : Triyono
C.     Bendahara                   : Sutimin


D.    Seksi Unit Usaha         :
1.      Usaha Tani / Budidaya                 : Mustofa
2.      Pengolahan                                    : Sutopo
3.      Sarana dan Prasarana Produksi    : Muhasim
4.      Pemasaran                                     : Diono

DAFTAR NAMA ANGGOTA

NO
NAMA
JABATAN
TANDA TANGAN
1
Nur Ahmad
Ketua
1

2
Triyono
Sekertaris

2
3
Sutimin
Bendahara
3

4
Mustofa
Seksi Usaha Tani

4
5
Sutopo
Seksi Pengolahan
5

6
Muhasim
Sarana dan Prasarana Produksi

6
7
Diono
Pemasaran
7

8
Sodikun
Anggota

8
9
Abi Wicaksono
Anggota
9

10
Kholil
Anggota

10
11
Dwi Saputra
Anggota
11

12
Ardian Pamungkas
Anggota

12
13
Andri Kurniawan
Anggota
13

14
Afifudin
Anggota

14
15
Ahmad Sodik
Anggota
15

16
Zudi
Anggota

16
17
Budi Utomo
Anggota
17

18
Mariyono
Anggota

18
19
Marno
Anggota
19

20
Sunarno
Anggota

20
21
Sukarto
Anggota
21

22
Suyono
Anggota

22
23
Budiman
Anggota
23

24
Kartono
Anggota

24
25
Muhid
Anggota
25


Demikianlah berita ini dibuat dengan sebenarnya, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Magelang, 29 September 2016
Pimpinan Musyawarah                                                          Sekertaris


Nur Ahmad                                                                           Triyono


Mengetahui,
Kepala Desa Ngadirojo                                                        Penyuluh Pertanian


Muhammad Akbar                                              Supri Hariyanti                                                          

                        IV.            Penutupan

            Kelompok Tani Sumber Makmur sangat mengharapkan saran-saran dan petunjuk serta partisipasi aktif dari berbagai pihak, khususnya dari instansi terkait dalam melaksanakan Visi dan Misi kelompok tani kami ini.Kiranya semoga yang kami rintis serta terus kami perjuangkan selama ini  dapat membuahkan hasil yang bisa mensejahterakan serta meningkatkan taraf hidup masyarakat Desa Ngadirojo.   


Sumber: Laporan Tugas Mata Kuliah Perencanaan Penyuluhan Pertanian I
Dosen : Ir. Sulardi.M.Si
Bulan Oktober 2016