Ciri-ciri ternak non-ruminansia
Berikut adalah contoh ternak
non-ruminansia
Ternak non ruminansia digunakan sebagai
sebutan untuk mengenali ternak dari golongan mamalia yang sistem pencernaan
makanannya memiliki lambung tunggal. Dikenal juga sebagai golongan ternak
monogastrik (mbung tunggal). Dengan sistem pencernaan berlambung tunggal,
ternak non ruminansia tidak dapat mencerna pakan berserat kasar tinggi (rumput
dan jerami), sebaik ternak ruminansia. Namun demikian, diantara golongan ternak
nun ruminansia sendiri, terdapat berbagai variasi dalam kemampuan mencerna
serat kasar.
Ternak monogastrik pemakan tumbuhan
seperti kelinci dan kuda, mempunyai keistimewaan tersendiri karena ternak ini
mampu mencerna pakan rumput-rumputan paling baik dibanding ternak monogastrik
lainnya karena saluran pencernaanya mampu melakukan fermentasi terhadap pakan
berserat kasar tinggi sehingga menjadi mudah untuk dicerna. Pada kuda,
fermentasi tersebut terjadi dalam colon, sedangkan pada kelinci
fermentasi terjadi di caecum.
Hal
ini tidak terjadi pada ternak monogastrik lain seperti ternak babi dan unggas.
Begitu pula pada hewan kesayangan semisal kucing dan anjing yang merupakan
contoh golongan monogastrik pemakan daging.
Sumber:
Juariah,
Elis. 2013. Dasar Dasar Peternakan. Buku Teks Bahan Ajar Siswa. Direktorat Pembinaan SMK.
Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta. halaman 82 s.d 83
Tidak ada komentar:
Posting Komentar