Ciri-ciri Ternak Ruminansia
Mari kita amati gambar-gambar berikut:
Gambar 15. Ternak Ruminansia
Gambar di atas merupakan contoh dari ternak
ruminansia. Apa yang dimaksud ruminansia? Dilihat dari asalnya, kata
“ruminansia” berasal dari bahasa Yunani, yaitu kata ruminare yang
berarti memamah kembali, mengunyah makanan kembali. Ruminansia digunakan sebagai
sebutan untuk hewan yang mengunyah makananan hingga dua kali. Umumnya hewan
tersebut adalah pemakan tumbuhan. Pertama hewan tersebut mengunyah dan menelan
pakan, kemudian mengeluarkan makanan yang sudah setengah dicerna dari perutnya
dan mengunyahnya lagi. Dilihat dari sistem pencernaannya, lambung hewan-hewan
ini tidak hanya memiliki satu ruang (monogastrik) tetapi lebih dari satu
ruang (poligastrik : berperut banyak).
Hewan pemamah biak secara teknis dalam ilmu
peternakan serta zoologi dikenal sebagai ruminansia. Semua hewan yang termasuk
sub-ordo ruminantia memamah biak, seperti sapi, kerbau, kambing, domba, jerapah,
bison, rusa, kancil.
Ternak ruminansia mempunyai keistimewaan
yaitu memiliki lambung jamak yang terdiri atas empat kompartemen atau ruang,
yaitu rumen, retikulum, omasum, dan abomasum. Adanya sistem pencernaan yang
khas menyebabkan ternak tersebut mampu mengubah pakan berkualitas relatif
rendah, seperti jerami dan rumput menjadi produk bergizi tinggi, seperti daging
dan susu.
Ternak ruminansia termasuk ke dalam
golongan hewan mamalia, yang mempunyai ciri-ciri berikut:
1) Tubuh diselimuti rambut
2) Jantung terdiri dari 4 ruang
yang terpisah
3) Bernafas dengan paru-paru
4) Suhu tubuh tetap
5) Menyusui anaknya
6) Janin tumbuh dan berkembang dalam tubuh
Kelompok
ternak ruminansia yang sering dipelihara untuk diambil manfaat dan jasanya,
antara lain adalah sapi potong, sapi perah, kerbau, domba dan kambing.
Sumber:
Juariah, Elis. 2013. Dasar Dasar Peternakan. Buku Teks Bahan Ajar Siswa. Direktorat
Pembinaan SMK. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta. halaman 64 s.d 65
Tidak ada komentar:
Posting Komentar