Senin, 02 Januari 2017

Prosedur pemberian pakan pada ternak



Prosedur pemberian pakan pada ternak
Agar mengandung semua kelengkapan gizi yang dibutuhkan ternak, pakan biasanya tidak terdiri satu macam bahan pakan, tetapi disusun dalam bentuk ransum (diet : ration). Ransum yaitu campuran bahan pakan yang diberikan kepada ternak dalam jangka waktu sehari (24 jam).
Pemberian pakan pada ternak dapat ditinjau dari 3 segi, yaitu cara pemberian, cara penyajian dan frekuensi pemberian.
1.      Cara pemberian
Pemberian pakan berdasarkan cara pemberian dapat dibedakan menjadi 2 cara, yaitu :
a.       Ad libitum
Pemberian pakan secara ad lib merupakan pemberian pakan dimana pakan selalu tersedia setiap saat di tempat sehingga ternak dapat mengkonsumsi makanan sekenyangnya.
b.      Penjatahan
Pemberian pakan secara penjatahan (restricted feeding) merupakan pemberian pakan dimana pakan dijatah sesuai kebutuhan ternak.

2.      Cara penyajian
Ditinjau dari segi cara penyajiannya ada 2 macam, yaitu pakan dalam bentuk kering dan pakan dalam bentuk basah.
a.       Pakan dalam bentuk kering.
Pemberian pakan dalam bentuk kering; mengingat itik pada saat makan sering menyelingi dengan minum, sehingga paruhnya yang basah akan membasahi pakan pada saat itik mengambil pakan kembali. Akibatnya pakan yang semula kering menjadi basah dan cepat berbau asam. Oleh karena itu pemberian pakan kering harus sedikit demi sedikit supaya cepat habis.

b.      Pakan dalam bentuk basah.
Pakan dalam bentuk basah sebaiknya diberikan sedikit dan sering. Hal ini bertujuan agar pakan basah tersebut habis dalam waktu sekitar 15 menit. Bila tidak, pakan basah akan tersisa dan menjadi asam, berjamur serta mengundang lalat.

3.      Frekuensi pemberian pakan
Frekuensi pemberian pakan tergantung pada bentuk pakan yang diberikan dan umur ternak. Biasanya dapat dilakukan dengan frekuensi 1 kali/hari, 2 kali/hari, 3 kali/hari.

4.      Kebutuhan Pakan
Kebutuhan pakan tergantung dari banyak faktor, diantaranya adalah jenis ternak, lingkungan, kecernaan pakan, selera dll
a.       Jenis Ternak
Permintaan fisiologis ternak untuk hidup pokok, pertumbuhan dan produksi berbeda antara ternak yang satu dengan yang lainnya. Hal ini disebabkan oleh kapasitas dari saluran pencernaan dari ternak yang bersangkutan. Faktor-faktor yang berpengaruh dari ternak meliputi, bobot badan, jenis kelamin, umur, faktor genetic dan tipe bangsa ternak. Sebagai contoh ternak yang memiliki bobot badan lebih besar akan memerlukan pakan yang lebih banyak. Hal ini dikarenakan kebutuhan nutrisi untuk kebutuhan hidup pokok, pertumbuhan dan produksi makin banyak. Begitu juga antar ternak yang berbeda jenis kelamin, akan membutuhkan jumlah pakan yang berbeda.

b.      Lingkungan
Faktor lingkungan ada yang berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap ternak. Faktor yang berpengaruh langsung meliputi temperatur, kelembaban dan sinar matahari.

c.       Temperatur
Ternak perlu menjaga temperatur tubuh idealnya. Perbedaan temperatur tubuh ternak dan lingkungannya akan mempengaruhi kebutuhan pakan ternak tersebut. Semakin tinggi perbedaan temperatur ternak dengan lingkungannya makin banyak energi yang di perlukan untuk menjaga temperatur tubuhnya dengan demikian semakin banyak pakan yang di konsumsi ternak tersebut. Sebaliknya temperatur lingkungan yang tinggi akan menurunkan tingkat konsumsi ternak. Ternak di daerah dingin (sub tropis) memerlukan pakan lebih banyak di banding ternak daerah panas (tropis).

d.      Kelembaban
Kelembaban dapat pula mempengaruhi mekanisme pengaturan temperatur tubuh. Pengeluaran panas dengan jalan berkeringat ataupun melalui respirasi akan lebih cepat di daerah yang kering. Kelembaban ini terutama penting di perhatikan di daerah tropis.

e.       Sinar Matahari.
Tubuh ternak dapat pula memperoleh panas secara langsung dari sinar matahari. Tingkat penyerapan panas tergantung pada tipe kulit hewan bersangkutan (warna tidak gelap, licin mengkilap, akan memantulkan cahaya lebih banyak dari pada ternak dengan kulit kasar, dan gelap). Demikian pula bulu yang melekat pada kulit dapat berfungsi sebagai penahan panas (insulator).

Tabel 11. Rekomendasi Kebutuhan Nutrisi Sapi Perah
No
Nutrisi
Produksi susu 18 kg
18-26 kg
26-35 kg
1
Protein kasar (%)
13
14
15
2
Lemak (%)
05-Jul
04-Jun
04-Mei
3
ME (Kkal/kg)
2360
2530
2710
4
TDN (%)
63
67
71
5
Ca (%)
0.43
0.48
0.54
6
P(%)
0,31
0,34
0,38

Tabel 12. Rekomendasi Kebutuhan Nutrisi Sapi Potong
Bobot badan
PBB
(%)
Konsentrat (% ansum)
Protein
(%)
TDN
(%)
Ca
(%)
P
(%)
250
0,5
Okt-20
8,5
58
0,13
0,28

0,7
20-30
10,7
64
0,35
0,31

0,9
55-65
11,1
75
0,43
0,35

1,1
85
12,1
86
0,5
0,38

Tabel 13. Kebutuhan Nutrisi Ternak Unggas
No.

Jenis Ternak

Kebutuhan Zat-zat Makanan

Energi Met.
(kkal/kg)
Protein
(%)
1.
Ayam Pedaging (Broiler)
 Starter (0 – 3 minggu)
 Finisher (3 – 6 minggu)


3200
3200

23
20
2.
Ayam Petelur (Layer)
 Starter (0 – 6 minggu)
 Grower (7 – 14 minggu)
 Developer (15 – 20 minggu)
 Layer (> 20 minggu)


2900
2900
2900
2900

18
15
12
16
3.
Itik (Duck)
 Starter (0 – 4 minggu)
 Grower (5 – 12 minggu)
 Developer (13 – 19 minggu)
 Layer (> 19 minggu)


2900
2900
2900
2900

20
18
16
19
4.
Puyuh (Quail)
 Starter (0 – 3 minggu)
 Grower (4 – 5 minggu)
 Layer (> 6 minggu)


3000
3000
3000

24
20
20
Sumber: NRC (1994)
5.      Pemberian pakan untuk ayam pedaging
Langkah-langkah pemberian pakan dapat dilakukan sebagai berikut :
a.       Siapkan tempat pakan dalam keadaan bersih sesuai dengan jumlah ayam yang akan diberikan. Misal : jumlah ayam yang dipelihara ada 2000 ekor, setiap tempat pakan dapat digunakan untuk 11 ekor ayam, sehingga untuk 2000 ekor ayam membutuhkan 40 buah tempat pakan.
b.       Lihat angka kebutuhan konsumsi pakan yang terdapat pada tabel konsumsi standar sesuai dengan umur ayam. Biasanya diketahui konsumsi, Misal : diketahui pada minggu ke 5 ayam membutuhkan pakan 0,53 kg/ekor/ minggu.
c.       Angka kebutuhan konsumsi pakan selanjutnya dibagi 7, sehingga diketahui kebutuhan konsumsi pakan yaitu 0,53 kg/7 hari = 0,076 kg/ekor/hari.
d.      Kebutuhan pakan per ekor per hari selanjutnya dkalikan dengan jumlah ayam yang ada di dalam kandang, sehingga diketahui jumlah pakan yang dibutuhkan pada hari tersebut untuk sejumlah ayam yang ada didalam kandang 0,076 x 2.000 ekor = 152 kg.

Tabel 14. Konsumsi Pakan Standar Ayam Pedaging
Umur
(hari)
Jenis Pakan

BB (g)

Konsumsi Pakan (g/ekor)

FCR




Per hari
Kumulatif


0
Starter
42

-
-
-
1
53

13


13
0,25
2
66


16
29
0,44
3
81



19
48
0,59
4
99



23
71
0,72
5
120



27
98
0,82
6
144


31
129
0,90
7
170



36
165
0,97
8







Starter
196



40
205
1,05
9
223



44
249
1,12
10
252

49
298
1,18
11
284



54
352
1,24
12
319



59
411
1,29
13
357



63
474
1,33
14
400



68
542
1,36
15
447



72
614
1,37
16
498



77
691
1,39
17
553



82
773
1,40
18
611



87
860
1,41
19
672



91
951
1,42
20
735



96
1047
1,42
21
800


101
1148
1,44
22





Finisher
856


106
1254
1,45
23
931



111
1365
1,47
24
998



115
1480
1,48
25
1.067



120
1600
1,50
26
1.139
124
1724
1,51
27
1.212


128
1852
1,53
28
1.285


132
1984
1,54
29
1.360



135
2119
1,56
30
1438



138
2257
1,57
31






Finisher
1.516



142
2.399
1,58
32
1.598



146
2.545
1,59
33
1.682



149
2.694
1,60
34
1.768



153
2.847
1,61
35
1.853



158
3.005
1,62
36
1.936



163
3.168
1,64
37
2.019



169
3.337
1,65
38
2.101



175
3.512
1,67
39
2.183



181
3.693
1,69
40
2.264

186
3.879
1,71
41
2.347



192
4.071
1,73
42
2.430



197
4.268
1,76

e.       Pakan (sesuai dengan jenis dan peruntukannya) disiapkan dan ditimbang. Untuk pelaksanaan di lapangan biasanya penimbangan dilakukan pada masa-masa awal saja. Pakan yang ditimbang tersebut ditakar dengan gayung itulah yang dijadikan acuan dalam perkiraan berat pakan yang akan diberikan sehingga tidak perlu selalu menimbang pakan.
f.        Pakan ditempatkan di tempat pakan yang sudah disediakan.
6.      Pemberian Pakan untuk penggemukan ternak ruminansia
Contoh:
Diketahui:
Bobot awal sapi adalah 250 kg
ADG yang ingin dicapai adalah 1 kg/ekor/hari
Pakan akan diberikan dengan perbandingan:
Pakan hijauan 70% dan pakan Konsentrat 30%
Pakan hijauan berupa rumput gajah dengan kadar air 85%
Pakan konsentrat, dengan kadar air 14%
Berapa jumlah pakan yang harus disediakan?
 Jawab:
Berat Sapi (kg)
ADG (kg)
Bahan Kering (kg)
Prot. Kasar (%)
DCP (kg)
TDN (%)
TDN (kg)
Ca
(%)
250
0,6
0,8
1,0
5,3
5,7
6,1
10,5
11,1
12,7
0,31
0,37
0,42
64
72
86
3,3
3,7
4,2
0,32
0,40
0,59

Pada tabel diketahui bahwa untuk sapi dengan bobot badan 250 kg, dengan ADG yang diharapkan adalah 1,0 kg/ekor/hari, membutuhkan bahan kering 6,1 kg/ekor/hari.
Kebutuhan pakan (BK) sebanyak 6,1 kg akan dipenuhi dari:
Pakan hijauan (70%)
= 70/100 x 6,1 kg = 4,27 kg (BK)
Kadar air pakan hijauan (rumput gajah) 85%, maka kebutuhan pakan hijauan (rumput gajah) dalam bentuk segar adalah:
100/15 x 4,27 kg = 28,47 kg
Pakan konsentrat (30%) = 30/100 x 6,1 kg = 1,83 kg (BK)
Kadar air pakan konsentrat 14%, maka kebutuhan pakan konsentrat dalam bentuk segar adalah:
100/86 x 1,83 kg = 2, 13 kg
Jadi ransum untuk sapi pedaging tersebut terdiri dari:
a) Hijauan (rumput gajah) = 28,47 kg/ekor/hari
b) Konsentrat = 2,13 kg/ekor/hari



Sumber:
Juariah, Elis. 2013. Dasar Dasar Peternakan. Buku Teks Bahan Ajar Siswa. Direktorat Pembinaan SMK. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta. Halaman 141 s.d 148

Tidak ada komentar:

Posting Komentar